Kecepatan website bukan lagi sekadar kebutuhan teknis. Pagespeed sudah menjadi faktor yang mempengaruhi kualitas pengalaman pengguna, tingkat konversi, serta kriteria website SEO-friendly. Audiens tidak menunggu lama ketika membuka halaman web. Jika website lambat, audiens bisa berpindah ke kompetitor yang menawarkan pengalaman lebih mulus.
Elementor memberi kemudahan visual untuk membangun situs, tetapi kemudahan itu sering menghasilkan struktur HTML yang sangat besar. Struktur ini disebut DOM size. Ketika DOM terlalu besar, performa website menurun. Artikel ini menjelaskan penyebabnya serta langkah praktis untuk memperkecil DOM size di Elementor agar website jauh lebih cepat.
Daftar Isi
Apa itu DOM Size?

DOM size adalah jumlah elemen HTML yang membentuk halaman website. Elementor membangun halaman dengan banyak wrapper, container, column, widget, dan elemen dekoratif lainnya. Setiap bagian menambah node yang perlu diproses browser. DOM yang besar memaksa browser bekerja lebih berat.
Dampaknya adalah waktu rendering lebih lama, interaksi menjadi terasa lambat, dan halaman terlihat berat di perangkat menengah. Elementor dikenal menghasilkan DOM lebih besar dibandingkan builder lain karena struktur visualnya memakai banyak nesting.
Jika DOM size mencapai ribuan node, audit performa biasanya akan menandainya sebagai indikator risiko. Memperbaiki masalah ini dapat meningkatkan skor Core Web Vitals dan membuat website terasa jauh lebih responsif.
Faktor Penyebab DOM Size Membengkak di Elementor
Sebelum membahas faktor spesifik, perlu dipahami bahwa setiap elemen, widget, atau kode tambahan menambah kompleksitas HTML. Semakin banyak elemen, semakin besar DOM, sehingga mempengaruhi kecepatan website. Berikut faktor utama yang membuat DOM size membengkak di Elementor:
1. Terlalu Banyak Section dan Column
Banyak pengguna Elementor membuat layout website dengan beberapa section yang dipecah menjadi banyak column. Pola itu membuat HTML menjadi sangat kompleks. Semakin banyak nesting yang terjadi, semakin besar DOM yang tercipta.
2. Penggunaan Widget Berlebihan
Widget adalah elemen visual yang di-render melalui HTML dan CSS tambahan. Ketika halaman memakai banyak widget, terutama dari addon pihak ketiga, jumlah node meningkat signifikan. Hal ini bisa mempengaruhi performa website terutama loading speed.
3. Template Lama atau Addon Berat
Template website lama sering memakai struktur section tradisional yang tidak efisien. Addon tertentu juga memuat wrapper ekstra yang meningkatkan ukuran DOM tanpa meningkatkan fungsi utama.
4. Custom CSS atau Script Tambahan
Beberapa pengguna menambahkan kode kustom ke setiap widget. Pendekatan ini membuat struktur DOM semakin padat dan sulit dioptimalkan.
5. Media Tanpa Optimasi
Gambar yang tidak dikompresi tidak menambah node HTML, tetapi memperberat proses rendering. Kombinasi media berat dan DOM besar menciptakan hambatan serius.
6. Terlalu Banyak Plugin
Setiap plugin sering memuat skrip atau elemen tambahan ke halaman. Kondisi ini memperbesar keseluruhan DOM dan memperlambat proses render.
Cara Memperkecil DOM Size di Elementor

DOM size yang besar sering menjadi penyebab website Elementor lambat. Untungnya, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk memperkecil DOM size tanpa mengorbankan desain atau fungsi.
1. Gunakan Flexbox Containers
Elemen Section dan Column standar di Elementor cenderung menambah wrapper HTML berlapis-lapis. Semakin banyak nested section, semakin besar DOM. Dengan Flexbox Containers, struktur halaman lebih ringkas dan node berkurang drastis.
Contohnya, daripada membuat tiga section dengan masing-masing dua column, gunakan satu container flex dengan direction row dan atur posisi elemen di dalamnya. Cara ini mengurangi jumlah wrapper tanpa mengubah tampilan visual.
2. Kurangi Penggunaan Widget
Setiap widget menambah node HTML, CSS, dan JavaScript. Penggunaan widget berlebihan, terutama dari addon pihak ketiga, membuat size DOM di elementor jadi lebih padat. Fokus pada widget yang benar-benar diperlukan, dan gunakan widget bawaan Elementor bila memungkinkan. Misalnya, gunakan widget “Image” bawaan daripada addon gallery berat yang menambahkan markup ekstra.
3. Aktifkan Optimized DOM Output
Beberapa versi Elementor terbaru menyediakan fitur optimized DOM output. Fitur ini secara otomatis menghapus wrapper HTML yang tidak perlu. Jika website memakai template lama atau add on yang tidak kompatibel, pertimbangkan untuk memperbarui template atau melakukan refactor. Dengan cara ini, DOM size bisa berkurang tanpa mengubah struktur halaman secara signifikan.
4. Kurangi Custom CSS dan Script Tambahan
Custom CSS (Cascading Style Sheet) dan JavaScript bisa memperkaya tampilan, tetapi jika terlalu banyak ditambahkan ke setiap widget atau section, DOM menjadi padat. Gunakan built-in styling Elementor sebisa mungkin. Jika kustomisasi diperlukan, tulis kode secara selektif dan terpusat, bukan menyebar ke banyak widget.
5. Optimasi Gambar dan Media
Gambar dan media besar tidak menambah node HTML secara langsung, tetapi mereka memperlambat rendering browser. Gunakan lazy loading, kompres gambar, dan format modern seperti WebP atau Avif. Misalnya, gambar banner yang awalnya 3 MB bisa dikompres menjadi 300 KB tanpa kehilangan kualitas signifikan. Ini mempercepat load halaman sekaligus memudahkan browser merender DOM.
6. Audit dan Minimalkan Plugin
Setiap plugin atau addon memiliki potensi menambah skrip, style, atau elemen HTML tambahan. Audit plugin secara rutin dan hapus yang tidak diperlukan. Gunakan plugin performance seperti asset cleanup untuk menonaktifkan script dan CSS yang tidak dipakai di halaman tertentu. Strategi ini mengurangi beban DOM secara keseluruhan.
7. Tes Performa Setelah Optimalisasi
Setelah menerapkan semua langkah, lakukan pengujian menggunakan PageSpeed Insights, GTmetrix, atau Lighthouse. Periksa Core Web Vitals, jumlah node DOM, dan waktu render. Perubahan yang terlihat sederhana, seperti mengganti section dengan container atau menghapus widget berlebih, bisa menurunkan jumlah node signifikan dan meningkatkan skor kecepatan.
Cara Memperkecil DOM Size di CMS WordPress

Selain Elementor, banyak website WordPress mengalami DOM size besar akibat penggunaan tema, plugin, dan layout yang tidak dioptimalkan. DOM size yang terlalu besar dapat memperlambat load halaman dan menurunkan skor Core Web Vitals. Berikut cara mempercepat website WordPress dengan memperkecil DOM size:
1. Gunakan Tema Ringan dan Teroptimasi
Tema WordPress yang kompleks cenderung menambahkan banyak elemen HTML, script, dan style yang tidak perlu. Pilih tema ringan seperti GeneratePress, Astra, atau Neve, yang sudah dioptimalkan untuk performa. Tema ringan membantu mengurangi jumlah node DOM secara signifikan, sehingga website lebih cepat diakses.
2. Minimalisir Plugin
Setiap plugin menambahkan script, stylesheet, atau elemen HTML tambahan ke halaman. Audit plugin secara rutin dan nonaktifkan atau hapus yang tidak diperlukan. Gunakan plugin multifungsi jika memungkinkan untuk menggantikan beberapa plugin sekaligus. Contohnya, plugin SEO WordPress yang juga memiliki fitur sitemap dan schema sehingga tidak perlu plugin tambahan untuk masing-masing fungsi.
3. Optimasi Widget dan Shortcode
Widget dan shortcode yang berlebihan dapat menambah node DOM. Gunakan widget dan shortcode hanya pada halaman yang benar-benar membutuhkan. Jika memungkinkan, ganti widget berat dengan custom HTML sederhana atau blok bawaan WordPress (Gutenberg block) yang lebih ringan. Misalnya, gunakan block gallery bawaan WordPress daripada plugin gallery eksternal yang menambah markup kompleks.
4. Kompres dan Optimalkan Media
Gambar dan video besar memperlambat rendering halaman, meskipun tidak menambah node HTML langsung. Terapkan lazy loading, kompres file media, dan gunakan format modern seperti WebP. Media yang ringan mempercepat rendering browser dan mengurangi beban DOM secara tidak langsung.
5. Gunakan Plugin Performance dan Asset Cleanup
Beberapa plugin, seperti Asset CleanUp atau Perfmatters, memungkinkan menonaktifkan skrip dan style yang tidak digunakan di halaman tertentu. Misalnya, skrip form kontak hanya dijalankan di halaman contact page, bukan di seluruh situs. Strategi ini secara signifikan menurunkan DOM size dan meningkatkan kecepatan.
6. Minify CSS dan JavaScript
Menggabungkan dan me-minify CSS/JavaScript tidak hanya mengurangi ukuran file tetapi juga mengurangi node tambahan dari script inline yang berlebihan. Gunakan plugin cache seperti WP Rocket atau LiteSpeed Cache yang memiliki fitur minify otomatis.
7. Tes Performa Secara Berkala
Setelah menerapkan langkah-langkah di atas, lakukan pengujian menggunakan PageSpeed Insights atau GTmetrix. Periksa jumlah node DOM, waktu render, dan skor Core Web Vitals. Penyesuaian berkala memastikan website WordPress tetap ringan dan responsif.
Kesimpulan
DOM size yang besar sering menjadi penyebab website lambat, baik di Elementor maupun WordPress secara umum. Dengan strategi seperti menggunakan container/flexbox, minimalkan widget, optimasi media, dan kurangi plugin, DOM size bisa ditekan, membuat website lebih cepat, responsif, dan ramah SEO. Kecepatan halaman yang optimal juga meningkatkan pengalaman pengunjung dan retensi pengguna. Jika kamu ingin hasil maksimal tanpa ribet mengoptimasi sendiri, jasa pembuatan website dari Nevaweb siap membantu. Tim profesional Nevaweb tidak hanya mendesain website menarik, tetapi juga memastikan struktur DOM, performa, dan UX sudah dioptimalkan sejak awal, sehingga website kamu berjalan cepat dan siap bersaing di mesin pencari.



