Navigasi website adalah sistem yang membantu pengunjung menemukan informasi dan berpindah dari satu halaman ke halaman lain. Elemen ini biasanya terdiri dari menu, link, breadcrumb, hingga navigasi pada footer. Tanpa struktur navigasi yang jelas, pengunjung dapat kesulitan menemukan halaman yang mereka butuhkan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan friction dan membuat pengalaman pengguna menjadi kurang optimal.
Karena itu, navigasi perlu dirancang berdasarkan struktur informasi dan kebutuhan pengunjung. Selain meningkatkan usability, navigasi yang terstruktur juga membantu search engine memahami hubungan antar halaman. Lalu, seperti apa navigasi website yang baik? Berikut penjelasan tentang definisi, fungsi, jenis, hingga cara membuatnya.
Daftar Isi
Apa Itu Navigasi Website?
Navigasi website adalah sistem elemen dan link yang membantu pengguna menemukan informasi serta berpindah antar halaman. Sistem tersebut menjadi bagian penting dari information architecture sebuah website. Navigasi tidak hanya berarti menu yang berada di bagian header website saja.
Internal link, breadcrumbs, footer link, dan elemen navigasi mobile juga dapat menjadi bagian dari sistem navigasi. Misalnya, sebuah website bisnis memiliki menu Home, Layanan, Portofolio, Blog, dan Kontak. Ketika pengunjung memilih Layanan, mereka dapat menemukan halaman spesifik seperti jasa pembuatan website atau maintenance website.
Struktur tersebut membantu pengunjung memahami isi website tanpa harus mencari halaman secara manual. Search engine juga dapat menggunakan hubungan antar halaman untuk memahami struktur dan menemukan konten yang saling berkaitan.
Apa Fungsi dari Navigasi Website?
Navigasi mempunyai peran lebih besar daripada sekadar membantu pengunjung berpindah halaman. Struktur navigasi yang tepat dapat mempengaruhi usability, discoverability, hingga perjalanan pengguna menuju konversi. Berikut penjelasannya:
1. Membantu Pengunjung Menemukan Informasi
Fungsi utama navigasi adalah membantu pengunjung menemukan informasi yang mereka cari dengan lebih cepat. Pengunjung tidak selalu datang melalui homepage. Mereka dapat masuk melalui halaman blog, landing page, atau hasil pencarian organik. Navigasi yang konsisten membantu mereka memahami halaman lain yang tersedia dalam website. Pengunjung juga dapat melanjutkan perjalanan tanpa harus kembali ke search engine.
2. Menunjukkan Struktur dan Hirarki Website
Navigasi membantu menunjukkan hubungan antara halaman utama dan halaman turunannya. Contohnya, website agency dapat menggunakan struktur seperti berikut:
Layanan → Jasa Pembuatan Website → Website Company Profile
Struktur tersebut memberikan konteks tentang posisi sebuah halaman dalam website. Informasi ini juga membantu pengunjung memahami cakupan layanan yang tersedia.
3. Meningkatkan User Experience
Navigasi yang jelas dapat mengurangi kebingungan ketika pengunjung menjelajahi website. Sebaliknya, justru menu dengan label ambigu atau struktur terlalu rumit akan meningkatkan friction. Pengunjung harus melakukan lebih banyak langkah untuk menemukan informasi yang sebenarnya sederhana. Karena itu, navigasi perlu mempertimbangkan aspek user experience website, pengguna, konteks halaman, dan perangkat yang digunakan.
4. Membantu Search Engine Menemukan Halaman
Navigasi website adalah struktur yang memiliki kaitan dengan crawling dan internal linking. Link yang menghubungkan halaman membantu search engine dalam menemukan dan juga memahami hubungan antar halaman.
Namun, navigasi bukan faktor ranking yang otomatis membuat website mendapatkan posisi lebih tinggi. Manfaat SEO-nya lebih berkaitan dengan discoverability, struktur website, dan pemahaman hubungan antar konten.
5. Mendukung Conversion Path
Navigasi dapat mengarahkan pengunjung menuju halaman yang memiliki nilai bisnis lebih tinggi. Pada website jasa, misalnya, navigasi dapat membawa pengunjung dari halaman layanan menuju portofolio dan halaman kontak. Alurnya menjadi lebih jelas:
Layanan → Detail Layanan → Portofolio → Kontak
Dengan struktur tersebut, navigasi tidak hanya membantu browsing. Selain itu, elemen ini juga mendukung perjalanan pengguna menuju conversion.
Jenis-Jenis Navigasi Website
Setiap jenis website dapat menggunakan kombinasi navigasi berdasarkan kompleksitas struktur dan kebutuhan penggunanya. Berikut adalah beberapa jenis navigasi yang umum digunakan di berbagai website:
1. Navigasi Global
Navigasi global merupakan menu utama yang biasanya tersedia secara konsisten di berbagai halaman. Contohnya adalah:
- Home
- Tentang Kami
- Layanan
- Blog
- Portofolio
- Kontak
Jenis navigasi ini membantu pengguna mengakses bagian utama website dari halaman manapun.
2. Navigasi Lokal
Navigasi lokal membantu pengguna menjelajahi bagian tertentu dalam sebuah kategori atau section. Jenis ini berguna untuk website dengan banyak halaman yang memiliki hubungan erat. Contohnya dapat ditemukan pada website organisasi, universitas, marketplace, atau perusahaan dengan banyak layanan.
3. Navigasi Hierarkis
Navigasi hierarkis menggunakan struktur berdasarkan hubungan parent dan child.
Contohnya:
Layanan → Website → WordPress → Website Company Profile
Struktur tersebut cocok untuk website dengan konten yang memiliki beberapa tingkatan.
4. Navigasi Linear
Navigasi linear mengarahkan pengguna mengikuti urutan tertentu dari satu tahap ke tahap berikutnya. Contohnya dapat ditemukan pada tutorial, onboarding aplikasi, atau proses pengisian formulir bertahap. Pengguna tidak harus memilih banyak jalur karena sistem sudah menyediakan urutan perjalanan yang jelas.
5. Breadcrumbs
Breadcrumbs menunjukkan posisi pengguna berdasarkan hierarki halaman.
Contohnya:
Home > Layanan > Website > WordPress
Elemen ini membantu pengguna memahami lokasi mereka dalam struktur website. Breadcrumbs juga berguna pada website dengan kategori dan subkategori yang mendalam.
6. Footer Navigation
Footer navigation biasanya berisi link tambahan yang tidak semuanya perlu muncul pada menu utama. Contohnya adalah Privacy Policy, Terms & Conditions, FAQ, Sitemap, atau halaman tentang kami. Footer dapat menjadi navigasi sekunder tanpa membuat header terlalu penuh.
7. Navigasi Mobile
Navigasi mobile dirancang khusus untuk layar berukuran lebih kecil. Polanya dapat menggunakan hamburger menu, navigation drawer, atau kombinasi elemen lainnya. Desain mobile sebaiknya tidak sekadar mengecilkan menu desktop. Ukuran target tap, jarak antar item, dan kemudahan membuka menu perlu diperhatikan.
Ciri-Ciri Navigasi Website yang Baik
Setelah memahami jenisnya, kamu juga perlu mengetahui karakteristik navigasi website yang efektif. Berikut beberapa prinsip yang dapat digunakan.
1. Menggunakan Label yang Jelas
Nama menu harus mudah dipahami tanpa membutuhkan interpretasi tambahan. Misalnya, “Layanan” lebih jelas untuk website agency daripada label seperti “Apa yang Kami Tawarkan”. Label deskriptif membantu pengguna memahami tujuan halaman sebelum mengkliknya.
2. Memiliki Struktur yang Sederhana
Navigasi sebaiknya tidak memasukkan semua halaman ke dalam menu utama. Pilih halaman berdasarkan prioritas dan kebutuhan pengguna.
Website dengan terlalu banyak menu dapat membuat pengunjung kesulitan menentukan pilihan.
3. Konsisten di Setiap Halaman
Posisi dan fungsi navigasi utama sebaiknya konsisten. Pengguna tidak perlu mempelajari ulang struktur menu ketika berpindah halaman. Konsistensi juga membantu membangun pola interaksi yang lebih mudah diprediksi.
4. Mudah Digunakan di Mobile
Pastikan menu dapat dibuka, ditutup, dan dipilih dengan nyaman pada perangkat mobile (mobile first-design). Selain itu, perhatikan pula ukuran teks, jarak antar item, dropdown, serta area yang dapat disentuh.
5. Menunjukkan Posisi Pengguna
Gunakan breadcrumbs, active state, atau heading yang jelas untuk menunjukkan posisi pengguna. Pengunjung harus dapat mengetahui mereka sedang berada di bagian mana dalam website.
6. Memperhatikan Accessibility
Navigasi perlu dapat digunakan oleh sebanyak mungkin pengguna, termasuk mereka yang menggunakan keyboard atau assistive technology. Penggunaan semantic HTML dan juga struktur yang tepat membantu teknologi bantu memahami fungsi navigasi.
Cara Membuat Navigasi Website yang Efektif
Membuat navigasi website sebaiknya dimulai dari struktur informasi, bukan langsung memilih desain menu. Berikut langkah yang dapat kamu terapkan.
1. Tentukan Tujuan Website
Tentukan terlebih dahulu tujuan utama website dan halaman yang paling penting bagi bisnis. Misalnya, website company profile memiliki kebutuhan berbeda dari ecommerce atau portal berita. Struktur navigasi harus mengikuti tujuan tersebut.
2. Buat Sitemap
Buat sitemap untuk memetakan seluruh halaman sebelum menentukan menu utama. Kelompokkan halaman berdasarkan topik, fungsi, dan hubungan informasinya. Langkah ini membantu mencegah struktur website menjadi terlalu dalam atau tidak teratur.
3. Tentukan Struktur Menu Utama
Pilih halaman yang paling penting untuk ditampilkan pada navigation bar. Tidak semua halaman harus berada di menu utama. Halaman sekunder dapat ditempatkan melalui dropdown, footer, atau internal link kontekstual.
4. Gunakan Label yang Deskriptif
Gunakan istilah yang familiar bagi target pengguna. Jika website menawarkan layanan pembuatan website, gunakan label seperti “Jasa Pembuatan Website” ketika konteksnya memang sesuai. Label yang spesifik membantu pengguna memahami isi halaman sekaligus memberikan konteks tambahan bagi search engine.
5. Bangun Internal Link yang Relevan
Hubungkan halaman yang memiliki hubungan topik atau user intent. Misalnya, artikel tentang website company profile dapat mengarah ke halaman jasa pembuatan website. Link tersebut harus relevan dengan konteks, bukan sekadar ditambah untuk mengejar keyword.
6. Gunakan Breadcrumbs Jika Diperlukan
Breadcrumbs sangat berguna ketika website memiliki banyak kategori dan subkategori. Namun, website sederhana tidak selalu membutuhkan struktur breadcrumbs yang kompleks. Implementasinya harus mengikuti kebutuhan information architecture.
7. Optimalkan Navigasi Mobile
Uji menu pada berbagai ukuran layar sebelum website dipublikasikan. Pastikan pengguna dapat membuka menu dengan mudah dan menemukan halaman penting tanpa melakukan terlalu banyak interaksi.
8. Lakukan Pengujian
Jangan menganggap navigasi sudah efektif hanya karena terlihat bagus secara visual. Lakukan usability testing dan periksa data analytics untuk menemukan halaman yang sulit ditemukan atau jalur pengguna yang terlalu panjang.
Contoh Struktur Navigasi Website Bisnis
Website bisnis yang menawarkan layanan jasa tertentu bisa menggunakan contoh struktur navigasi seperti di bawah ini:
Home | Tentang Kami | Layanan | Portofolio | Blog | Kontak
Kemudian, bagian Layanan dapat memiliki beberapa submenu:
- Layanan A
- Layanan B
- Layanan C
- Layanan D
Sementara itu, Blog dapat dikelompokkan berdasarkan topik:
- Topik A
- Topik B
- Topik C
- Topik D
Struktur tersebut membuat halaman utama tetap ringkas. Pengunjung dapat menemukan detail layanan tanpa menghadapi puluhan pilihan dalam navigation bar.Pada website yang lebih kompleks, struktur dapat dikembangkan menggunakan dropdown, breadcrumbs, internal link, dan navigasi lokal.
Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Navigasi Website
Beberapa kesalahan navigasi bisa membuat website lebih sulit digunakan dan menghambat user journey. Maka dari itu, cobalah untuk menghindari beberapa hal berikut:
- Memasukkan terlalu banyak menu ke navigation bar.
- Menggunakan label yang ambigu atau tidak familiar.
- Membuat struktur halaman terlalu dalam.
- Mengubah posisi menu pada halaman berbeda.
- Mengabaikan pengalaman pengguna mobile.
- Membuat dropdown dengan terlalu banyak tingkatan.
- Membiarkan broken link pada menu.
- Mengabaikan accessibility.
- Menambahkan link tanpa mempertimbangkan konteks.
- Mengutamakan estetika dibandingkan kemudahan penggunaan.
Navigasi yang baik tidak harus terlihat kompleks. Justru, struktur yang sederhana dan mudah diprediksi biasanya lebih efektif untuk membantu pengguna mencapai tujuannya.
Kesimpulan
Navigasi website adalah elemen penting yang membantu pengunjung menemukan informasi dengan cepat dan memahami struktur halaman. Navigasi yang jelas, konsisten, responsif, dan mudah digunakan juga mendukung user experience serta SEO. Karena itu, struktur menu, internal link, breadcrumbs, dan navigasi mobile perlu dirancang berdasarkan kebutuhan pengguna. Jika struktur website masih membingungkan, dalam hal ini kamu bisa mempertimbangkan jasa pembuatan website dari Nevaweb. Nevaweb siap untuk membantu membangun website dengan struktur yang terarah. Navigasinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Kamu juga lebih mudah mengembangkan halaman website secara terstruktur. Yuk, bangun website mu bersama Nevaweb!




