Saat mengunjungi website e-commerce tentu kamu ingin mendapatkan pengalaman belanja yang mudah dan cepat. Kamu ingin langsung menemukan produknya, tapi kadang menu yang membingungkan membuat proses belanja malah jadi ribet. Akhirnya, kamu terpaksa meninggalkan website tersebut dan mencari toko online lain yang lebih mudah dijelajahi.
Situasi ini adalah hal yang menunjukkan betapa pentingnya struktur navigasi website. Navigasi website yang jelas dapat menentukan keputusan pembelian. Jangan sampai produk yang kamu jual sudah berkualitas tapi penjualan stuck karena navigasi website yang rumit dan tidak user friendly.
Di artikel ini, Nevaweb akan membahas tentang apa itu struktur navigasi website lengkap beserta dengan fungsi dan contoh terbaiknya. Bagi para pemilik bisnis yang mengandalkan website untuk transaksi produk, ada baiknya kamu baca artikel ini sampai selesai..
Daftar Isi
Apa itu Struktur Navigasi Website?

Struktur navigasi website adalah susunan menu, link, dan fitur navigasi lain yang berfungsi memandu pengunjung agar bisa menjelajahi situs dengan mudah. Umumnya, struktur ini mencakup menu utama, sub-menu, breadcrumbs, footer, side navigation, dan search bar.
Tujuannya untuk mempermudah user menemukan halaman penting serta mendukung pengalaman pengguna yang nyaman. Selain itu, navigasi website yang baik juga akan membantu search engine dalam memahami hierarki halaman sehingga mempermudah proses indexing dan penentuan hasil pencarian.
Perencanaan struktur navigasi idealnya dilakukan sejak awal pembuatan situs agar logis, intuitif, dan sesuai tujuan bisnis. Contohnya, website e-commerce menampilkan kategori produk di menu utama, blog memiliki kategori dan subkategori, serta breadcrumbs membantu pengunjung melihat posisi halaman di situs.
Apa Fungsi Struktur Navigasi Website?
Navigasi website bukan hanya sekedar menu atau tombol klik, tapi jantung dari pengalaman pengunjung. Berikut adalah lima fungsi utama dari navigasi website:
1. Mempermudah Pengunjung Menemukan Informasi
Navigasi berfungsi sebagai peta situs (sitemaps). Jika website memiliki navigasi menu yang terstruktur, tentu pengunjung bisa langsung menuju halaman yang mereka cari tanpa perlu melakukan banyak prosedur membingungkan.
Sebagai contoh, website toko online sepatu yang menampilkan navigasi kategori “Pria → Sneakers → Diskon” tentu akan mempermudah user menemukan produk yang dicari. Karena proses yang mudah ini, tentu potensi pembelian akan semakin meningkat Tanpa navigasi yang jelas, pengunjung bisa kesal bahkan meninggalkan website.
2. Meningkatkan User Experience (UX) dan Retensi
Navigasi yang intuitif adalah aspek penting bagi user experience (UX) yang bisa membuat pengguna merasa nyaman saat menjelajahi website. Mereka akan lebih lama tinggal, membaca konten, dan menjelajahi halaman lain.
UX yang optimal bisa menurunkan bounce rate dan meningkatkan engagement. Misalnya, blog dengan kategori konten yang terstruktur rapi bisa membuat pengunjung tertarik untuk membaca artikel lain di blog tersebut.
3. Membantu SEO dan Indexing Mesin Pencari
Struktur navigasi yang rapi akan mempermudah crawler mesin pencari saat mengindeks halaman web. Internal link, breadcrumbs, dan hierarki menu membantu search engine memahami relevansi halaman.
Contohnya, website bisnis yang menampilkan navigasi menu utama → sub-menu → halaman detail akan lebih mudah dipahami saat proses Google Indexing. Hal ini sangat bermanfaat terutama untuk meningkatkan peluang website muncul di halaman pertama pencarian, dan mendukung strategi SEO secara menyeluruh.
4. Mendukung Konversi dan Tujuan Bisnis
Struktur navigasi tidak hanya untuk pengguna, tapi juga untuk bisnis. Menu yang bisa memandu pengunjung ke halaman produk, layanan, atau kontak meningkatkan konversi. Misalnya, e-commerce menempatkan “Keranjang” dan “Checkout” selalu terlihat, sehingga user lebih mudah membeli. Navigasi terstruktur seperti ini bisa sangat membantu mencapai tujuan bisnis tanpa mengganggu pengalaman pengunjung.
5. Membangun Struktur Website Profesional
Fungsi lain dari struktur navigasi adalah untuk membantu menjaga profesionalitas website. Pengguna mengenali pola menu di seluruh halaman, membuat situs terasa profesional dan mudah dipahami. Footer, side nav, dan breadcrumbs menambah orientasi dan memperkuat brand image. Konsistensi navigasi meningkatkan kepercayaan pengunjung, sehingga mereka lebih percaya pada informasi dan layanan yang ditawarkan.
Komponen Utama dari Struktur Navigasi Website

Struktur navigasi website terdiri dari beberapa komponen penting yang membantu pengunjung menjelajahi situs dengan mudah:
- Menu Utama (Main Menu): Daftar halaman utama (homepage) yang selalu terlihat.
- Sub-Menu: Menu turunan dari kategori utama untuk mengelompokkan konten.
- Breadcrumbs: Panduan posisi pengunjung di situs agar mudah kembali.
- Footer: Menyediakan link tambahan seperti kontak, syarat layanan, dan kebijakan privasi.
- Side Navigation (Sidebar): Menu tambahan di sisi halaman, sering dipakai untuk blog atau katalog produk.
- Internal Link: Tautan antar halaman untuk mendukung UX dan SEO.
- Search Bar: Memudahkan pengunjung mencari konten spesifik.
Jenis-Jenis Struktur Navigasi Website + Contohnya

Setiap struktur navigasi memiliki jenis dan keunggulan masing-masing, tergantung kebutuhan website dan preferensi pengunjung. Berikut adalah jenis dan contoh struktur navigasi website terbaik yang umum digunakan:
1. Struktur Navigasi Global
Struktur global hadir di seluruh halaman situs dan konsisten. Biasanya berupa menu utama di header. Contohnya, e-commerce dengan menu “Home, Produk, Promo, Kontak” yang selalu terlihat. Pengunjung langsung tahu ke mana harus klik tanpa kebingungan.
2. Struktur Navigasi Hirarki
Hirarki mengelompokkan halaman berdasarkan kategori → sub-kategori → halaman detail. Contohnya blog teknologi dengan kategori “Hardware → Laptop → Review”. Struktur ini memudahkan user menelusuri konten secara logis dan sistematis.
3. Struktur Navigasi Lokal
Ini adalah jenis struktur navigasi website yang terbatas di halaman tertentu, misal di sidebar atau breadcrumbs. Jenis navigasi ini sangat cocok untuk situs besar, portal web, atau blog multi-kategori. Contohnya, breadcrumbs “Home → Tips SEO → Panduan Keyword” membantu pengguna mengetahui posisi mereka di situs.
4. Struktur Navigasi Linear
Linear memandu pengguna mengikuti alur tertentu, cocok untuk tutorial, onboarding, atau situs minimalis. Contohnya, situs kursus online dengan flow “Daftar → Pilih Kelas → Materi → Evaluasi”. User mengikuti alur berurutan tanpa kehilangan arah.
Cara Membuat Struktur Navigasi Website yang SEO-Friendly

Membangun struktur navigasi website yang baik bukan hanya soal desain saja, tetapi juga harus mempertimbangkan pengalaman pengguna (UX) dan aspek SEO. Berikut adalah tips dan cara untuk membuat navigasi yang SEO-friendly:
1. Pahami Tujuan dan Konten Situs
Sebelum mendesain navigasi, tentukan dulu tujuan situs dan konten yang akan ditampilkan. Coba kamu lakukan beberapa tindakan berikut ini:
- Identifikasi halaman utama, kategori, dan subkategori.
- Prioritaskan halaman yang memiliki nilai bisnis tinggi, seperti halaman produk/layanan, profile website, kontak, dan lain sebagainya.
- Buat sitemap kasar untuk melihat alur halaman dan hierarki yang logis.
- Pertimbangkan preferensi pengunjung, misalnya user e-commerce lebih sering mencari kategori produk, sementara blog mencari artikel spesifik.
2. Rancang Menu Utama dan Hierarki yang Terstruktur
Menu utama adalah panduan utama bagi pengunjung. Hierarki yang jelas membuat navigasi mudah dipahami. Untuk optimasinya, lakukan hal berikut ini:
- Gunakan kategori utama di menu header dan sub-menu untuk konten turunan.
- Batasi jumlah opsi menu utama agar tidak membingungkan, idealnya 5–7 item.
- Urutkan menu berdasarkan prioritas konten atau frekuensi akses pengunjung.
- Pastikan menu logis dan konsisten di semua halaman.
3. Gunakan Elemen Navigasi Pendukung
Elemen tambahan adalah nilai jual yang akan memperkuat navigasi website. Dalam hal ini, kamu perlu melakukan optimasi pada beberapa aspek elemen, seperti:
- Breadcrumbs: Panduan posisi pengunjung di situs, meningkatkan UX dan SEO.
- Sidebar / Side Navigation: Menampilkan kategori tambahan atau artikel terkait untuk blog dan portal berita.
- Footer: Link ke halaman penting seperti About, Privacy Policy, FAQ, atau Kontak.
- Internal Link: Menghubungkan halaman relevan agar pengunjung dan crawler mesin pencari mudah menjelajah.
- Search Bar: Memudahkan pencarian konten spesifik, penting untuk situs dengan banyak halaman.
4. Pastikan Navigasi Responsif & Mobile-Friendly
Pengunjung kini banyak mengakses website melalui perangkat mobile. Maka dari itu, navigasi harus mudah diakses dari berbagai layar. Untuk mendapatkan aspek tersebut, lakukan beberapa tindakan berikut ini:
- Gunakan desain adaptif, misalnya hamburger menu untuk mobile.
- Pastikan tombol, link, dan menu mudah di klik tanpa harus zoom.
- Tes navigasi di berbagai perangkat untuk memastikan konsistensi UX.
5. Optimalkan Struktur HTML dan Semantic Markup
Struktur HTML yang tepat membantu mesin pencari dan aksesibilitas.
- Gunakan elemen semantik: <header>, <nav>, <main>, <footer>.
- Gunakan atribut aria-label dan heading yang sesuai untuk navigasi penting.
- Internal link sebaiknya menggunakan anchor text deskriptif agar relevan dengan halaman target.
- Hindari penggunaan menu berbasis gambar atau script yang sulit diindeks crawler.
6. Uji dan Evaluasi Navigasi
Membuat navigasi tidak berhenti saat live. Evaluasi dan perbaikan berkala penting.
- Pantau data analytics untuk melihat halaman mana yang sering dikunjungi dan ditinggalkan.
- Lakukan user testing untuk memastikan pengunjung dapat menemukan konten dengan mudah.
- Perbaiki menu atau submenu yang membingungkan atau jarang di klik.
- Update navigasi seiring pertumbuhan konten agar tetap relevan dan SEO-friendly.
7. Tips Tambahan untuk SEO-Friendly Navigation
- Gunakan URL yang bersih dan mudah dibaca untuk setiap halaman.
- Hindari terlalu banyak dropdown menu yang dalam, maksimal 2–3 level.
- Link ke halaman penting website dari homepage agar crawler mudah mengakses.
- Prioritaskan kecepatan load menu dan link agar tidak mengganggu UX.
- Integrasikan navigasi dengan sitemap XML untuk mendukung indexing Google.
Dengan langkah-langkah ini, struktur navigasi website tidak hanya ramah pengguna, tapi juga mendukung optimasi SEO, AEO, dan AI-driven search. Navigasi yang baik membantu pengunjung tetap betah, meningkatkan retensi, dan memaksimalkan peluang konversi sekaligus menjaga website mudah terindeks oleh mesin pencari.
Kesimpulan
Struktur navigasi website adalah elemen krusial untuk pengalaman pengguna, retensi pengunjung, dan optimasi SEO. Navigasi yang jelas dan logis memudahkan pengunjung menemukan informasi, mendukung konversi, serta membantu mesin pencari memahami hierarki halaman. Dengan penggunaan menu, sub-menu, breadcrumbs, dan internal link yang tepat, website menjadi lebih profesional dan user-friendly. Bagi pemilik bisnis yang ingin memiliki situs web profesional tanpa repot mengatur semua detail teknis, jasa pembuatan website Nevaweb bisa menjadi solusi tepat. Tim profesional kami siap merancang navigasi yang intuitif, SEO-friendly, dan responsif, sehingga website tidak hanya menarik pengunjung tetapi juga mendukung pertumbuhan bisnis secara optimal.




